Lapas Tanjungpandan Gelar Pelatihan Pembuatan Kompos Berbasis Fly Ash Bottom Ash (FABA) Bersama Lapas Pangkalpinang dan PLN PLTU Suge Belitung

📅 22 Jul 2026    3 dilihat

Belitung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan bekerja sama dengan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dan PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Suge Belitung menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Kompos dengan Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) bagi Warga Binaan Lapas Tanjungpandan dan Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026 ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta mendukung program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, A.Md.IP., S.H., M.H. Pelatihan menghadirkan Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang sebagai narasumber utama yang berkolaborasi dengan Manager PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Suge Belitung dalam memberikan materi mengenai teknik pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan campuran pembuatan kompos yang aman dan bermanfaat bagi sektor pertanian.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh stakeholder Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Suge Belitung, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan, pemerintah desa, serta perwakilan kelompok tani di Kabupaten Belitung sebagai bentuk dukungan dan sinergi terhadap penguatan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dan klien pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu inovasi pembinaan kemandirian yang memberikan manfaat langsung bagi warga binaan sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Royhan Al Faisal mengatakan, "Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Melalui pelatihan pemanfaatan FABA menjadi kompos ini, warga binaan memperoleh keterampilan baru yang bernilai ekonomis, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan. Sinergi dengan Lapas Pangkalpinang dan PLN PLTU Suge Belitung menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pembinaan yang berkualitas."
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, mengapresiasi terselenggaranya pelatihan sebagai bentuk kolaborasi yang mendukung pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.
Ade Agustina mengatakan, "Pelatihan ini merupakan implementasi pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami ingin membekali warga binaan dan klien pemasyarakatan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat."
Sebagai narasumber, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga membangun pola pikir produktif bagi peserta.
Sugeng Indrawan menyampaikan, "Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir produktif bagi peserta. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat dipraktikkan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi peluang usaha dan meningkatkan kemandirian setelah mereka menyelesaikan masa pembinaan."
Manager PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Suge Belitung, Mahya Tauhidiya Nur, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung program pembinaan yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemanfaatan FABA secara produktif.
Mahya Tauhidiya Nur mengatakan, "PLN Nusantara Power Services berkomitmen mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui pemanfaatan FABA menjadi kompos, kami berharap limbah yang memiliki potensi tersebut dapat diolah secara tepat sehingga memberikan nilai tambah, sekaligus mendukung kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Tanjungpandan."
Salah seorang warga binaan peserta pelatihan berinisial Dd mengaku memperoleh pengalaman dan wawasan baru melalui kegiatan tersebut.
Dd mengungkapkan, "Saya bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini. Selain menambah pengetahuan tentang pembuatan kompos, kami juga belajar bagaimana memanfaatkan bahan yang sebelumnya tidak kami ketahui kegunaannya. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal ketika saya kembali ke masyarakat nanti."
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, sesi diskusi, praktik langsung pembuatan kompos berbasis FABA, serta tanya jawab antara narasumber dan peserta. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, klien pemasyarakatan, serta masyarakat luas.

Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan


📢 Bagikan Berita


⬅ Kembali